Friday, April 4, 2025
spot_img
HomeNewsNasionalTernyata Ini Awal Mula Kemunculan #KaburAjaDulu yang Viral di Medsos

Ternyata Ini Awal Mula Kemunculan #KaburAjaDulu yang Viral di Medsos

NawaBineka – Tagar #KaburAjaDulu tengah viral di media sosial, terutama di platform X. Tagar ini muncul sebagai bentuk kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dianggap mengecewakan, salah satunya terkait efisiensi anggaran.

Fenomena ini semakin berkembang, di mana masyarakat mulai saling berbagi informasi mengenai peluang kerja dan beasiswa di luar negeri. Pakar analisis media sosial dan pencipta Drone Emprit, Ismail Fahmi mengungkapkan, #KaburAjaDulu pertama kali muncul pada tahun 2023, dipelopori oleh komunitas pegiat teknologi.

Baca Juga: E-Sports vs Sports: Anak Muda Pilih Main Bola Beneran atau Virtual?

Sejak saat itu, tagar ini terus berkembang dan menjadi tren yang ramai dibicarakan oleh masyarakat, khususnya anak muda.

Dari Kritik hingga Komunitas

Berdasarkan analisis data yang dipaparkan Ismail, mayoritas pengguna yang aktif mencuitkan #KaburAjaDulu berasal dari kelompok usia 19-29 tahun, dengan persentase mencapai 50,81 persen.

Sementara itu, kelompok usia di bawah 18 tahun menyumbang 38,10 persen dari total percakapan. Dari segi gender, tagar ini lebih banyak disuarakan oleh laki-laki (59,92 persen) dibandingkan perempuan (40,08 persen).

Ismail juga membagi #KaburAjaDulu ke dalam dua kategori besar: isu positif dan isu negatif. Dalam aspek positif, tagar ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk bertukar informasi mengenai peluang kerja di luar negeri, beasiswa, serta biaya pendidikan yang lebih terjangkau.

Banyak diskusi dan komunitas yang terbentuk untuk membahas berbagai tantangan dan strategi bertahan hidup di luar negeri.

Di sisi lain, aspek negatif yang mendasari tagar ini berakar dari ketidakpastian ekonomi, sulitnya mendapatkan lapangan kerja, serta permasalahan di sektor pendidikan. Banyak yang merasa kecewa dengan kebijakan pemerintah dan melihat perpindahan ke luar negeri sebagai solusi.

Namun, ada pula perdebatan mengenai tantangan adaptasi, stigma sosial, serta ketidakpastian masa depan di negara baru.

Jumlah Percakapan Meningkat Tajam

Hingga Senin (10/2), Ismail mencatat bahwa lebih dari 8.000 akun telah membahas #KaburAjaDulu di media sosial. Mayoritas akun yang berpartisipasi dalam diskusi ini memiliki lebih dari 100 pengikut, menunjukkan bahwa tagar ini telah menarik perhatian luas.

“Total ada 8 ribu lebih akun yang turut bercakap tentang #KaburAjaDulu. Akun yang follower-nya di atas 100 paling banyak,” tulis Ismail dalam analisisnya.

Meskipun dipenuhi dengan kritik, kemunculan tagar ini juga membuka wacana baru tentang bagaimana pemerintah dapat memperbaiki kualitas pendidikan dan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.

Kritik yang disuarakan melalui #KaburAjaDulu diharapkan menjadi refleksi bagi pemangku kebijakan untuk menciptakan perubahan yang lebih baik demi masa depan bangsa.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments