Friday, April 4, 2025
spot_img
HomeNewsInternasionalSerangan di Gaza Kembali Menelan Korban, UNRWA Sebut ‘Hari Kelam’ bagi PBB

Serangan di Gaza Kembali Menelan Korban, UNRWA Sebut ‘Hari Kelam’ bagi PBB

NawaBineka – Ketegangan di Gaza terus meningkat setelah serangan terbaru Israel yang mengakibatkan korban jiwa di kalangan pekerja kemanusiaan. Kepala Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Philippe Lazzarini, menyebut kejadian ini sebagai “hari kelam lainnya” bagi PBB di wilayah tersebut.

Dalam pernyataan di media sosial X, Lazzarini mengungkapkan belasungkawa atas kematian pekerja kemanusiaan selama eskalasi terbaru.

Baca Juga: Boikot Film ‘Snow White’ Disney Menggema di Negara-Negara Arab, Gal Gadot Jadi Sorotan

“PBB, termasuk UNRWA, terus membayar harga yang mahal saat menjalankan tugas kemanusiaan,” tulisnya, seperti dikutip oleh Al Jazeera, Kamis (20/3/2025). “Pekerja kemanusiaan harus dilindungi setiap saat.”

Hamas mengecam keras serangan Israel yang menargetkan sebuah gedung di Deir el-Balah yang digunakan oleh pekerja asing di badan-badan PBB. Akibatnya, satu pekerja internasional tewas, sementara lima lainnya mengalami luka-luka.

“Kejahatan ini bukan hanya pelanggaran terang-terangan terhadap hukum humaniter internasional, tetapi juga bagian dari kebijakan sistematis pendudukan yang menargetkan warga sipil dan pekerja bantuan,” bunyi pernyataan Hamas.

Kelompok itu juga menyerukan tindakan dari komunitas internasional untuk mengutuk serangan tersebut dan menuntut pertanggungjawaban Israel atas tindakan militernya di Gaza.

Militer Israel Tegaskan Akan Terus Melakukan Operasi

Sementara itu, militer Israel dalam pernyataan resminya menyatakan akan terus melancarkan operasi militer di Gaza.

“Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan dinas keamanan internal Israel akan terus beroperasi di Gaza untuk menghilangkan ancaman apa pun terhadap warga Negara Israel,” demikian pernyataan yang diunggah di X.

Militer Israel mengklaim bahwa mereka telah melanjutkan serangan intensif di seluruh Jalur Gaza, termasuk serangan udara terhadap kendaraan yang diduga membawa dua pejuang bersenjata serta target lain seperti infrastruktur dan pos pengamatan.

Namun, laporan dari petugas medis di Gaza yang dikutip oleh Al Jazeera menyebut bahwa serangan terhadap sebuah kendaraan di Rafah justru menewaskan lima warga sipil. Hingga saat ini, belum ada kepastian apakah kendaraan tersebut merupakan target yang dimaksud oleh militer Israel.

Rumah Sakit Lapangan Al-Quds Dibuka Kembali

Di tengah serangan yang terus berlanjut, Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) mengumumkan pembukaan kembali Rumah Sakit Lapangan Al-Quds di lingkungan Tal al-Hawa, sebelah barat Kota Gaza.

Rumah sakit ini sebelumnya mengalami kerusakan berat akibat serangan Israel pada November 2023 dan sempat berhenti beroperasi selama berminggu-minggu akibat pengepungan oleh pasukan Israel.

Kini, rumah sakit telah kembali siap menerima pasien mulai Jumat mendatang, meskipun masih mengalami kekurangan peralatan medis.

Tim medis dan administrasi telah bekerja dalam beberapa minggu terakhir untuk merehabilitasi fasilitas ini, termasuk dua ruang operasi, unit gawat darurat, klinik rawat jalan, unit perawatan intensif, serta laboratorium diagnostik dan radiologi.

Pembukaan kembali rumah sakit ini menjadi langkah penting dalam menangani korban konflik yang terus bertambah di Gaza. Namun, dengan situasi yang terus bergejolak, masa depan layanan kesehatan di wilayah ini tetap tidak pasti.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments