Friday, April 4, 2025
spot_img
HomeLifestyleFashionMode Flannel & Grunge: Dari Era 90-an Sampai Sekarang!

Mode Flannel & Grunge: Dari Era 90-an Sampai Sekarang!

Nawabineka.com – Gaya grunge muncul dari satu sudut di Seattle pada awal 90-an dan langsung menggebrak dunia mode. Ketika kamu memikirkan estetika yang acak dan sedikit berantakan, grunge adalah jawaban tepatnya! Tentu saja, flannel adalah bintang utama gaya ini, menjadi simbol kebebasan dan penolakan terhadap standar kecantikan tradisional.

Band-band seperti Nirvana dan Pearl Jam membawa suara dan gaya grunge tersebut ke level yang lebih tinggi. Dengan suara yang keras dan lirik yang dalam, mereka menginspirasi banyak orang, terutama generasi muda untuk memamerkan gaya personal mereka.

Baca Juga: Fashion Anti Ribet: 3 Item Wajib Buat Gaya Kasual Harian

Flannel: Lebih Dari Sekadar Kain

Flannel mulai digunakan oleh pekerja di AS untuk ketahanan terhadap cuaca dingin, tetapi pada awal 90-an, kain ini menjadi ikon mode. Kaos flannel yang longgar dan plaid menjadi pilihan utama banyak orang yang ingin tampil edgy namun tetap nyaman. Dengan berbagai warna dan pola, flannel sangat mudah dipadukan dengan berbagai fashion item lain.

Siapa sangka, sekarang flannel kembali mencuri perhatian di kalangan generasi baru yang meneruskan legacy ini dengan cara mereka sendiri. Coba deh, lihat di media sosial, flannel menyajikan tampilan yang effortless dan tetap stylish tanpa harus mengeluarkan usaha yang berlebih.

Pentolan Gaya Grunge: Siapa Saja Mereka?

Di dunia grunge, ada beberapa ikon yang perlu kita bicarakan, seperti Kurt Cobain. Ia dikenal tidak hanya karena suaranya yang unik tetapi juga gaya berpakaian yang sangat lepas dan jauh dari kesan glamor. Ia berhasil menciptakan kombinasi yang membuat para penggemarnya terpesona dan ingin menirunya.

“Kurt menjadikan ketidakpedulian sebagai mode. Ia tidak peduli dengan apa yang orang lain pikirkan, dan itu membuatnya sangat relatable untuk banyak orang di generasi kita.” – Sarah Afifah, seorang stylist muda.

Tak hanya di musik, gaya grunge juga merambah ke film dan seni, menambah kekuatan serta dampak dari gerakan ini.

Kembali ke Masa Kini: Grunge dan Flannel Modern

Seiring berjalannya waktu, banyak desainer memanfaatkan nostalgia dari era 90-an. Brand-brand seperti Zara dan H&M memperkenalkan koleksi yang terinspirasi dari grunge. Agak aneh kan, gaya yang terkesan ‘dirty’ kembali dipadukan dengan nuansa modern.

Kini, kita bisa melihat kombinasi flannel dengan streetwear yang lebih berani, termasuk sneakers besar dan aksesoris chunky. Ini adalah interpretasi segar yang menunjukkan bahwa mode tidak pernah mati, hanya berevolusi.

Kreativitas Tanpa Batas: Flannel Sebagai Kanvas

Flannel bukan hanya untuk dipakai seperti biasanya. Banyak kreator fashion dan seniman muda yang menciptakan kaos flannel kustom dengan seni dan grafis unik. Hal ini tentunya menjadikan flannel sebagai kanvas untuk mengekspresikan diri.

Apakah kamu seorang pcs, gamer, atau pecinta musik, flannel kini bisa menjadi bagian dari identitas kamu. Kamu bisa memadukannya dengan outfit manapun, dari jeans robek hingga rok mini, menambah lapisan pada gaya sehari-hari kamu.

Mengapa Flannel dan Grunge Selalu Menarik?

Di tengah dunia yang penuh dengan tren yang cepat berubah, grunge dan flannel tetap menarik perhatian karena sifatnya yang inklusif dan mengundang semua orang untuk mengekspresikan diri tanpa kekhawatiran. Kamu bisa menggunakan gaya ini untuk menonjolkan kepribadianmu dengan cara yang paling nyaman bagi kamu.

Selain itu, dengan meningkatnya kesadaran akan sustainability dalam fashion, memilih moda vintage atau bahkan thrift shop menjadi lebih populer. Banyak orang menjadi kreatif dengan pencarian mereka dan menemukan potongan-potongan Perlu diingat bahwa mode itu berlapis-lapis, jadi temukan cara baru untuk memadukan elemen grunge ke dalam gaya kamu.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments