NawaBineka – Pernah merasa selalu menjadi target nyamuk, sementara orang di sebelahmu tetap aman tanpa satu pun gigitan? Ternyata, ada alasan ilmiah di balik fenomena ini.
Nyamuk tidak memilih mangsanya secara acak. Mereka memiliki sensor khusus yang mampu mendeteksi jejak kimia dari tubuh manusia dan menentukan siapa yang lebih menarik untuk digigit.
Menurut Joop van Loon, ahli entomologi dari Wageningen University, Belanda, salah satu faktor utama yang menarik nyamuk adalah karbon dioksida (CO₂) yang kita embuskan saat bernapas.
Karbon dioksida membentuk jejak udara yang bisa dideteksi nyamuk dari jarak hingga 50 meter. Mereka akan mengikuti aliran CO₂ hingga menemukan sumbernya—yaitu manusia. Namun, begitu nyamuk berada dalam jarak sekitar satu meter, mereka mulai mempertimbangkan faktor lain sebelum memilih target terbaik.
Faktor yang Membuat Nyamuk Lebih Tertarik Menggigit
- Suhu dan Kelembapan Kulit
Nyamuk lebih suka kulit yang hangat dan lembap. Orang yang banyak berkeringat cenderung lebih menarik bagi nyamuk karena tubuhnya menghasilkan lebih banyak panas dan uap air. - Bakteri di Kulit dan Bau Tubuh
Menurut Jeff Riffell, profesor biologi di University of Washington, bakteri yang hidup di kulit manusia berperan besar dalam menarik perhatian nyamuk. Bakteri ini mengubah keringat menjadi senyawa volatil yang dapat dideteksi oleh nyamuk.
Sebuah studi yang diterbitkan di jurnal PLOS ONE menemukan bahwa pria dengan keanekaragaman mikroba kulit lebih tinggi mendapatkan lebih sedikit gigitan nyamuk dibanding mereka yang memiliki jumlah mikroba lebih sedikit.
Beberapa jenis bakteri seperti Leptotrichia, Delftia, Actinobacteria Gp3, dan Staphylococcus membuat seseorang lebih rentan terhadap gigitan nyamuk. Sebaliknya, bakteri Pseudomonas dan Variovorax justru membuat seseorang lebih jarang digigit.
- Warna Pakaian yang Digunakan
Nyamuk lebih menyukai warna gelap seperti hitam dan biru tua dibanding warna terang. Jika sering memakai pakaian berwarna gelap, kemungkinan besar nyamuk akan lebih tertarik untuk mendekat. - Golongan Darah O Lebih Menarik bagi Nyamuk
Sebuah studi pada tahun 1974 menemukan bahwa nyamuk lebih sering menggigit orang dengan golongan darah O dibandingkan golongan darah lainnya. Penelitian lain yang diterbitkan dalam Journal of Medical Entomology juga mendukung temuan ini.
Para peneliti berhipotesis bahwa antigen dalam golongan darah O bisa dideteksi oleh nyamuk, sehingga mereka lebih tertarik menggigit orang dengan golongan darah ini. - Metabolisme dan Karbon Dioksida yang Dihasilkan
Semakin tinggi tingkat metabolisme seseorang, semakin banyak CO₂ yang dihasilkan. Orang dengan berat badan lebih besar atau yang sedang berolahraga cenderung menarik lebih banyak nyamuk karena mereka mengeluarkan lebih banyak CO₂.
Cara Menghindari Gigitan Nyamuk
Jika kamu merasa selalu menjadi sasaran empuk nyamuk, berikut beberapa cara untuk mengurangi risiko gigitan:
- Gunakan pakaian berwarna terang
- Hindari berkeringat berlebihan atau segera mandi setelah beraktivitas
- Gunakan losion atau semprotan anti nyamuk berbahan DEET atau minyak serai
- Kenakan pakaian panjang saat berada di luar ruangan
Jadi, jika kamu sering digigit nyamuk, itu bukan sekadar kebetulan—ada faktor biologis yang membuat kamu lebih menarik bagi mereka. Kini, dengan mengetahui penyebabnya, kamu bisa mengubah strategi agar tidak menjadi santapan nyamuk lagi.