Friday, April 4, 2025
spot_img
HomeMuslimKenapa Rasulullah SAW Bersungguh-sungguh di 10 Malam Terakhir?

Kenapa Rasulullah SAW Bersungguh-sungguh di 10 Malam Terakhir?

NawaBineka – Selama bulan Ramadhan, terdapat satu periode yang sangat istimewa yakni sepuluh malam terakhir. Dalam sepuluh malam terakhir ini, Rasulullah SAW menunjukkan kesungguhannya dalam beribadah dengan cara yang sangat menonjol dibandingkan malam-malam lainnya.

Mengapa hal ini penting? Salah satunya adalah untuk menggapai keberkahan Lailatul Qadar, sebuah malam yang diyakini lebih baik dari seribu bulan.

Baca Juga: Mamahami Konsep Zakat Mal, Menghubungkan Kekayaan Pribadi dengan Kesejahteraan Umat

Kesungguhan Rasulullah dalam ibadah pada malam-malam terakhir Ramadhan mengajarkan bahwa pencarian berkah tidaklah bisa setengah-setengah.

Dalam sebuah hadits yang sah dari Aisyah RA, disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Pada malam sepuluh terakhir, Rasulullah SAW (lebih) bersungguh-sungguh (untuk beribadah), melebihi kesungguhan pada malam lainnya’ (HR Muslim). Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya kesungguhan dalam mencari malam yang penuh berkah ini.

Tanda dan Pahala Lailatul Qadar

Lailatul Qadar adalah malam yang penuh rahmat dan berkah. Meskipun Allah menyamarkan waktu kedatangannya, ada tanda-tanda yang bisa dikenali. Dengan memperbanyak ibadah di sepuluh malam terakhir Ramadhan, kita menunjukkan komitmen dan kesungguh-sungguhan dalam mencari malam ini.

Buku ‘Supaya Ramadhan Sempurna’ oleh Syed Muhammad Soleh Al Munajid menyatakan bahwa ‘malam Lailatul Qadar adalah malam yang penuh keberkahan dan lebih baik dari seribu bulan’.

Dengan meningkatkan intensitas ibadah, kita tidak hanya menunjukkan cinta kita kepada Allah, tetapi juga memanfaatkan setiap detik yang ada untuk meraih keutamaan malam ini. Di malam Lailatul Qadar, amalan kita akan dilipatgandakan pahalanya, sehingga penting bagi setiap Muslim untuk memperhatikan sepuluh malam terakhir ini dengan serius.

Ibadah yang Disarankan di Malam-malam Terakhir

Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk melakukan ibadah, khususnya shalat malam, di sepuluh malam terakhir Ramadhan. Shalat Qiyamul Lail atau Tarawih dapat memberikan pahala yang besar serta menjadi bentuk ketaatan kepada Allah. Menghidupkan malam dengan ibadah adalah cara untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Tidak hanya itu, saat memasuki sepuluh malam terakhir, Rasulullah SAW juga berusaha untuk membangunkan keluarganya agar ikut beribadah. Dalam hadis, Aisyah RA mengatakan, ‘Rasulullah SAW ketika memasuki sepuluh terakhir malam Ramadan, beliau mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan (beribadah) malam itu dan membangunkan keluarganya’.

Dari sini, kita bisa melihat pentingnya melibatkan orang-orang terdekat dalam ibadah.

Menghindari Menurunnya Semangat

Keberhasilan umat Islam dalam beribadah sangat tergantung pada semangat masing-masing individu. Sayangnya, banyak dari kita yang semangat di awal Ramadhan tetapi mulai menurun di pertengahan hingga akhir bulan.

Tentu sangat berbeda dengan apa yang dipraktekkan oleh sebagian besar umat Islam. Di mana di awal Ramadan mereka sangat bersemangat untuk beribadah, tapi hanya 10 malam pertama, 10 malam kedua dan ketiga itu sudah seperti kosong.

Kondisi ini menyentuh realitas yang ada di sekitar kita. Oleh karena itu, penting untuk menjadikan sepuluh malam terakhir Ramadhan sebagai momen untuk menguatkan kembali semangat dalam beribadah.

Kebangkitan dan kesungguhan di malam-malam ini menjadi vital karena tidak hanya berkaitan dengan pencarian Lailatul Qadar, tetapi juga dengan pembentukan karakter dan spiritual setiap individu.

Memanfaatkan Setiap Detik

Setiap malam di sepuluh malam terakhir memiliki potensi untuk menjadi momen spiritual yang sangat berharga. Memanfaatkan setiap detik untuk berdoa, berzikir, dan melakukan ibadah-ibadah sunnah lainnya adalah peluang yang tidak boleh kita sia-siakan. Dengan berusaha di malam-malam ini, kita bisa menggapai pengampunan dari Allah serta meraih kedekatan yang lebih dengan-Nya.

Rasulullah SAW tidak hanya mengajarkan kita tentang pentingnya ibadah, tetapi juga memberikan contoh nyata tentang kesungguhan dalam mencarinya. Ini adalah kesempatan kita untuk tidak hanya mengharapkan keberkahan, tetapi juga untuk mempersiapkan diri menjadi insan yang lebih baik lagi di hari-hari yang akan datang.

Menghidupkan Malam Yang Berkah

Sebagai penutup, kesungguhan Rasulullah SAW di sepuluh malam terakhir Ramadhan adalah teladan berharga yang patut kita ikuti. Melalui beribadah, kita mencari Lailatul Qadar dan menggali potensi diri yang lebih dalam.

Menghidupkan malam-malam ini bukan hanya tentang mendapatkan pahala, tetapi juga membangun kualitas spiritual dan moral.

Dengan mengetahui betapa berharganya sepuluh malam terakhir ini, mari kita tingkatkan kualitas ibadah kita, sehingga tidak ada satu detik pun yang terlewatkan tanpa diperuntukkan bagi Allah. Segera, jangan sia-siakan kesempatan ini. Keberkahan mungkin hanya sejauh doa dan niat kita, maka marilah kita lebih mendekatkan diri kepada Allah di malam-malam istimewa ini.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments