Friday, April 4, 2025
spot_img
HomeTechnoSainsIlmuwan Tanam Gen Manusia ke Tikus, Ungkap Jejak Evolusi hingga Kemampuan Bicara

Ilmuwan Tanam Gen Manusia ke Tikus, Ungkap Jejak Evolusi hingga Kemampuan Bicara

NawaBineka – Peneliti dari Rockefeller University mencatat temuan penting dalam studi evolusi bahasa dengan menanamkan gen manusia ke dalam tikus. Hasilnya menunjukkan perubahan signifikan dalam pola vokalisasi anak tikus, yang memberikan petunjuk baru tentang bagaimana manusia mengembangkan kemampuan berbicara yang kompleks.

Mengutip laporan IFLScience, Jumat (21/3), penelitian ini berfokus pada gen NOVA1, yang diketahui berperan dalam perkembangan sistem saraf dan komunikasi vokal. Anak tikus yang dimodifikasi secara genetik dengan varian manusia dari gen ini menghasilkan suara bernada lebih tinggi dan bervariasi, berbeda dengan suara khas tikus biasa.

Baca Juga: Studi Temukan Kombinasi Omega-3, Vitamin D dan Olahraga Ampuh Perlambat Penuaan

“Semua anak tikus mengeluarkan suara ultrasonik untuk memanggil induknya, tapi ketika kami menganalisis suara dari tikus dengan gen manusia, kami menemukan beberapa perubahan dalam ‘huruf’ suara mereka,” ujar Robert B. Darnell, peneliti utama dalam studi tersebut.

Perubahan ini dinilai penting karena bisa memberikan gambaran tentang bagaimana Homo sapiens mengembangkan bentuk komunikasi yang lebih maju dibandingkan spesies manusia purba lainnya. Gen NOVA1 sendiri tidak ditemukan dalam bentuk yang sama pada Neanderthal dan Denisovan, dua spesies manusia purba yang telah punah.

Para peneliti menduga bahwa variasi kecil dalam gen ini mungkin memberikan keunggulan evolusioner yang memungkinkan manusia modern mengembangkan bahasa yang kompleks, faktor penting dalam bertahan hidup dan berkembang biak secara sosial.

Penelitian ini memperkuat teori bahwa mutasi genetik yang tampaknya kecil dapat memengaruhi secara besar-besaran cara makhluk hidup berkomunikasi. Dalam konteks manusia, hal ini menjadi salah satu fondasi dalam terbentuknya bahasa sebagai alat komunikasi yang membedakan Homo sapiens dari spesies lain.

Lebih dari itu, hasil studi ini membuka peluang bagi pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana otak dan sistem saraf mengatur komunikasi, tidak hanya pada manusia tetapi juga pada spesies lain. Penelitian lanjutan masih akan dilakukan untuk menelusuri gen-gen lain yang mungkin berperan dalam evolusi kemampuan bicara dan bahasa.

Dengan memanfaatkan teknik rekayasa genetika, ilmuwan kini dapat lebih jauh menelusuri jejak evolusi manusia, termasuk bagaimana suara, bahasa, dan bahkan interaksi sosial dapat muncul dan berkembang seiring perubahan biologis di tingkat genetik.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments