NawaBineka – Hiu Squalene (Squalus acanthias) adalah spesies hiu kecil yang ditemukan di lautan seluruh dunia. Meskipun ukurannya tidak sebesar hiu-hiu lainnya, Squalene menjadi terkenal karena minyak yang dihasilkan dari hatinya, yang dikenal sebagai squalene.
Minyak ini telah digunakan dalam berbagai aplikasi medis dan kosmetik, menjadikan Squalene sebagai salah satu spesies hiu yang paling penting secara komersial.
Karakteristik dan Anatomi Hiu Squalene
Hiu Squalene memiliki tubuh yang ramping dengan panjang yang biasanya mencapai sekitar 1,5 meter. Mereka memiliki sirip punggung yang berduri dan gigi yang kecil tetapi tajam. Warna tubuh mereka bervariasi dari abu-abu hingga cokelat, dengan bagian bawah yang lebih terang.
Squalene adalah hiu yang sangat gesit, sering kali berenang dalam kelompok besar yang disebut “shiver”.
Salah satu ciri khas dari Squalene adalah hati mereka yang besar, yang dapat menghasilkan hingga 30% dari berat tubuh mereka dalam bentuk minyak squalene. Minyak ini memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi, yang membuatnya sangat berharga dalam industri farmasi dan kosmetik.
Habitat dan Penyebaran
Hiu Squalene dapat ditemukan di perairan beriklim sedang hingga dingin di seluruh dunia, termasuk di Atlantik Utara, Pasifik, dan Laut Mediterania. Mereka lebih suka tinggal di perairan dalam, biasanya di kedalaman antara 200 hingga 600 meter.
Hiu ini sering bermigrasi dalam kelompok besar, bergerak di antara wilayah-wilayah yang kaya akan makanan.
Meskipun hiu Squalene dapat ditemukan di banyak bagian dunia, populasi mereka telah menurun di beberapa wilayah akibat penangkapan berlebihan. Minyak squalene yang dihasilkan dari hati mereka sangat dicari, terutama untuk digunakan dalam suplemen kesehatan, vaksin, dan produk kosmetik.
Ancaman yang Dihadapi Hiu Squalene
Penangkapan berlebihan merupakan ancaman utama yang dihadapi hiu Squalene. Permintaan yang tinggi akan minyak squalene telah menyebabkan penangkapan yang tidak berkelanjutan, yang telah mengakibatkan penurunan populasi di beberapa wilayah.
Selain itu, perusakan habitat dan perubahan iklim juga berdampak negatif pada populasi hiu Squalene, terutama di wilayah pesisir yang rentan terhadap polusi dan pembangunan.
Upaya Konservasi untuk Hiu Squalene
Untuk melindungi hiu Squalene dari kepunahan, beberapa negara telah memberlakukan larangan penangkapan dan perdagangan spesies ini. Selain itu, industri farmasi dan kosmetik telah mulai mencari sumber alternatif squalene yang lebih berkelanjutan, seperti dari tanaman dan mikroorganisme, untuk mengurangi ketergantungan pada minyak hiu.
Penelitian juga dilakukan untuk mengembangkan metode penangkapan yang lebih berkelanjutan dan mengurangi dampak bycatch pada populasi hiu Squalene. Edukasi masyarakat tentang pentingnya perlindungan hiu dan bahaya yang mereka hadapi juga menjadi bagian penting dari upaya konservasi ini.
Pentingnya Hiu Squalene dalam Ekosistem Laut
Meskipun hiu Squalene adalah spesies yang relatif kecil, mereka memainkan peran penting dalam ekosistem laut sebagai predator. Mereka membantu mengontrol populasi spesies mangsa, yang mencegah ledakan populasi yang dapat merusak ekosistem.
Selain itu, hiu Squalene juga berkontribusi pada kesehatan ekosistem laut dengan mendaur ulang nutrisi melalui rantai makanan.
Sebagai sumber squalene, hiu ini juga memiliki nilai ekonomi yang signifikan dalam industri farmasi dan kosmetik. Produk yang mengandung squalene telah digunakan dalam berbagai aplikasi medis, termasuk dalam vaksin dan terapi anti-penuaan, yang menjadikan hiu Squalene sebagai spesies yang sangat berharga secara komersial.
Masa Depan Hiu Squalene
Masa depan hiu Squalene sangat bergantung pada upaya konservasi yang berkelanjutan dan pengembangan sumber alternatif squalene yang tidak merusak populasi hiu. Dengan langkah-langkah konservasi yang tepat, kita dapat melindungi spesies ini dari kepunahan dan memastikan bahwa squalene tetap tersedia untuk digunakan dalam aplikasi medis dan kosmetik tanpa merusak ekosistem laut.