NawaBineka – Google resmi meluncurkan kecerdasan buatan terbaru mereka, Veo 2, yang mampu menghasilkan video dari input teks alias text-to-video. Teknologi ini diperkenalkan pada Senin, 16 Desember 2024, dengan peningkatan signifikan dalam pemahaman fisika dunia nyata serta gerakan dan ekspresi manusia.
Veo 2 dikembangkan melalui platform VideoFX di Google Labs, yang memungkinkan pengguna mengontrol elemen sinematik seperti sudut pengambilan gambar, jenis lensa, dan efek visual.
Pengguna dapat meminta sudut pandang dinamis seperti pengambilan gambar sudut rendah yang meluncur di tengah adegan, atau menambahkan efek depth of field untuk menyoroti subjek tertentu.
Integrasi dengan YouTube Shorts dan Produk Lain
Menurut laporan The Verge, Google berencana untuk mengintegrasikan generasi terbaru Veo ini ke dalam YouTube Shorts serta produk lainnya pada 2025. Saat ini, akses ke Veo 2 masih terbatas dan hanya tersedia melalui sistem daftar tunggu.
Salah satu fitur unggulan yang dibenamkan dalam Veo 2 adalah watermark ‘SynthID’ yang tidak terlihat, guna memastikan keaslian konten buatan AI.
Google menegaskan bahwa peluncuran Veo 2 dilakukan secara bertahap demi menjamin kualitas dan keamanan sebelum diperluas ke berbagai platform, termasuk Vertex AI.
Dalam pernyataan resminya, Google menyebut bahwa Veo 2 mampu meminimalkan kesalahan serta mengurangi efek halusinasi AI dalam video, yang menjadi tantangan utama dalam teknologi sejenis.
Mampu Membuat Video 4K dengan Durasi Lebih Panjang
“Veo 2 memahami bahasa unik sinematografi,” tulis Google dalam blog resminya pada Rabu, 18 Desember 2024.
“Anda dapat memintanya untuk genre tertentu, menentukan lensa, atau menyarankan efek sinematik. Veo 2 akan mewujudkannya dengan resolusi hingga 4K dan durasi yang dapat diperpanjang hingga beberapa menit,” sambung Google.
Selain Veo 2, Google juga menghadirkan pembaruan pada Imagen 3, model penciptaan gambar terbaru mereka. Imagen 3 kini mampu menghasilkan gambar dengan tekstur dan komposisi yang lebih baik serta telah diluncurkan secara global melalui platform ImageFX.
Dengan teknologi baru ini, Google semakin memperkuat posisinya dalam inovasi kecerdasan buatan, menghadirkan pengalaman pembuatan konten visual yang lebih realistis dan sinematik bagi pengguna.