Sunday, April 6, 2025
spot_img
HomeNewsFakta Baru Penembakan Siswa di Semarang Ternyata Bukan karena Tawuran

Fakta Baru Penembakan Siswa di Semarang Ternyata Bukan karena Tawuran

NawaBineka – Pada 24 November 2024, terjadi insiden penembakan yang melibatkan Aipda Robig Zaenudin, seorang anggota Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Semarang, terhadap siswa SMK Negeri 4 Semarang Gamma Rizkynata Oktafandy alias GRO (17). Insiden ini menimbulkan sorotan luas dari masyarakat dan media, mengingat pelanggaran hukum yang melibatkan aparat penegak hukum.

Kronologis kejadian menunjukkan, Aipda Robig saat itu dalam perjalanan pulang ketika dipepet oleh sebuah kendaraan yang diduga hendak terlibat tawuran. Penembakan yang terjadi mengakibatkan satu siswa meninggal dunia dan dua siswa lainnya mengalami luka-luka.

Baca Juga: Uang Kompensasi untuk Sopir Angkot Bogor yang Diduga Sempat Dipotong Akhirnya Dikembalikan!

Kasus penembakan ini menuai reaksi dari berbagai pihak, termasuk pihak kepolisian dan masyarakat.

Motif Penembakan

Menurut hasil rapat dengar pendapat (RDP) yang dilakukan oleh Komisi III DPR RI, Kabid Propam Polda Jawa Tengah Kombes Aris Supriyono menyatakan, motif penembakan bukanlah karena tawuran, melainkan karena Aipda Robig merasa terancam saat dipepet oleh kendaraan lain.

“Penembakan yang dilakukan terduga pelanggar tidak terkait dengan pembubaran tawuran yang sebelumnya terjadi,” ucap Kombes Aris dalam RDP.

Kombes Aris juga menjelaskan, saat kejadian, Aipda Robig mengeluarkan empat tembakan. Penjelasan ini menunjukkan bahwa insiden tersebut bukan semata-mata merupakan tindakan yang tidak terencana, tetapi dipicu oleh situasi yang dinilai mengancam keselamatan kendaraannya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, pihak kepolisian telah meminta keterangan dari sebelas saksi terkait insiden ini. Polda Jawa Tengah berencana untuk segera menetapkan Aipda Robig sebagai tersangka dalam kasus penembakan ini.

Kasus ini juga menarik perhatian Mabes Polri, yang berencana untuk mengawasi proses penanganan dan investigasi lebih lanjut. Keluarga korban telah mengajukan laporan dugaan tindak pidana yang mengakibatkan hilangnya nyawa GRO, dan pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan mendalam untuk mengumpulkan bukti yang cukup sebelum penetapan tersangka.

Proses Sidang Etik

Polda Jawa Tengah mengumumkan bahwa Aipda Robig akan menjalani sidang etik pada pekan ini. Proses sidang ini akan menjadi bagian penting dari penegakan hukum dan pertanggungjawaban etik bagi anggota kepolisian yang terlibat.

Rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian juga akan dipertimbangkan dalam sidang ini. Meskipun belum ada kepastian apakah rekaman tersebut akan dipublikasikan, pengawasan publik terhadap transparansi proses hukum diharapkan dapat menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi polisi.

Reaksi Masyarakat

Kejadian tragis ini telah memicu reaksi beragam dari masyarakat. Para siswa dan alumni SMK se-Kota Semarang mengadakan aksi doa bersama untuk mengenang korban penembakan.

Ini menandakan kesedihan dan solidaritas komunitas pendidikan terhadap insiden yang merenggut nyawa seorang pelajar.

Keterlibatan masyarakat dalam melakukan doa bersama menunjukkan kepedulian dan perhatian terhadap keselamatan siswa serta perlunya keadilan dalam penanganan kasus ini.

Insiden penembakan ini menimbulkan berbagai pertanyaan mengenai prosedur dan etika penggunaan senjata api oleh aparat kepolisian dalam situasi darurat. Diharapkan, kasus ini menjadi pelajaran berharga dan mendorong evaluasi mendalam terhadap kebijakan serta pelatihan anggota kepolisian.

Kepolisian dan pemerintah diharapkan dapat menangani kasus ini secara transparan dan adil agar kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum tetap terjaga.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments