Saturday, March 29, 2025
spot_img
HomeTechnoBRIN Kembangkan Xducation of Things, Buka Peluang Interaksi Belajar dengan AI

BRIN Kembangkan Xducation of Things, Buka Peluang Interaksi Belajar dengan AI

NawaBineka – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mengembangkan konsep Xducation of Things (XoT), sebuah pendekatan baru dalam dunia pendidikan yang memungkinkan proses belajar dan mengajar melibatkan benda mati secara interaktif. Inovasi ini diperkenalkan dalam webinar PRSDI Seri #2 yang digelar pada Rabu (12/3).

Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Sains Data dan Informasi (PRSDI) BRIN, Rio Nurtantyana, menjelaskan bahwa XoT merupakan lompatan dari konsep sebelumnya yaitu Education of Things (EoT) yang hanya mendukung interaksi satu arah. XoT melibatkan pembelajaran dua arah, tidak hanya dari manusia ke mesin, tetapi juga memungkinkan benda belajar dan mengajar secara timbal balik.

Baca Juga: Tren Ubah Foto Jadi Gaya Ghibli Lewat ChatGPT, Begini Cara Mudahnya

“Jika biasanya yang belajar hanya manusia, konsep XoT ini cukup berbeda. Kami ingin memberikan kesempatan belajar dan mengajar kepada semua benda, termasuk artificial intelligence (AI),” kata Rio. Ia menyebut bahwa benda seperti kursi atau tempat sampah, seolah-olah bisa “hidup” karena dapat berinteraksi dengan manusia.

Rio menjelaskan bahwa XoT mencakup dua kategori utama, yakni objek fisik pintar dan objek digital pintar. Objek fisik pintar misalnya tempat sampah pintar atau botol vitamin pintar, sementara objek digital pintar mencakup lampu UVC pintar dan pemurni udara pintar. Menurutnya, integrasi antara objek fisik dan digital menciptakan lingkungan belajar yang lebih komprehensif dan adaptif.

Teknologi ini juga dinilai mampu memperkaya pengalaman belajar serta menjawab tantangan disparitas fasilitas pendidikan di berbagai daerah. Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Program Studi Pendidikan Multimedia Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Ayung Candra Padmasari, menyampaikan pemanfaatan teknologi Mixed Reality (MR) sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Ayung menjelaskan bahwa dengan teknologi MR, pihaknya mengembangkan prototipe 3D Virtual Laboratory Application Metaverse yang memungkinkan visualisasi materi dalam bentuk laboratorium multimedia secara virtual. Pengguna dapat berinteraksi melalui gestur, suara, atau perangkat kontrol lain yang terhubung dengan sistem MR.

“Komponen utama MR adalah hardware, software, dan bagaimana interaksi penggunaannya. Teknologi ini sangat efektif untuk pendidikan, industri teknik, kesehatan, dan hiburan,” jelas Ayung.

Webinar ini diselenggarakan oleh Kelompok Riset Human Computer Interaction dan Visualization PRSDI BRIN dengan tema “Teknologi Interaksi Manusia dan Komputer Masa Depan: Inovasi Pembelajaran Berbasis Data, Interaksi dan Mixed Reality”.

Diskusi menyoroti pentingnya inovasi digital dalam pendidikan, sekaligus menandai langkah BRIN dalam menciptakan sistem pembelajaran yang lebih inklusif dan cerdas.

Dengan adanya pengembangan konsep XoT dan pemanfaatan MR, diharapkan dunia pendidikan Indonesia semakin terbuka terhadap transformasi digital dan mampu menjangkau peserta didik secara lebih luas dan efisien.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments