NawaBineka – Pengguna iPhone di seluruh dunia harus waspada dengan serangan siber yang dapat membobol rekening bank. Bahkan, para peretas mengincar Apple ID 1,46 miliar pengguna iPhone aktif.
Dikutip PhoneArena, Ketika peretas mendapatkan Apple ID dan password, mereka bisa membuka aplikasi finansial seperti perbankan dan menguras isi rekening para pengguna iPhone.
Baca Juga: Head To Head Belanda Vs Inggris, Siapa yang Bakal Melaju ke Final Euro 2024
Para penyerang menggunakan skema phishing dengan mengirimkan email dan teks yang dirancang seolah-olah dikirim oleh Apple. Email dan pesan SMS palsu ini mencoba membuat korban mengeklik tautan untuk membaca pemberitahuan penting tentang iCloud.
Symantec sebagai perusahaan keamanan menemukan tautan phishing tersebut mengarah ke situs web palsu yang meminta penerimanya mengungkapkan nomor ID Apple mereka. Situs web palsu itu bahkan memakai captcha untuk verfikasi agar terlihat seperti situs asli.
Lalu apa yang bisa dilakukan para pengguna iPhone? Pihak Apple pun menyarankan agar pengguna iPhone menambahkan otorisasi dua faktor untuk menambahkan lapisan keamanan ekstra ke Apple ID mereka.
Baca Juga: Viral Imunisasi Bisa Rusak DNA, Ini Penjelasan Kemenkes
Kemudian, untuk mengakses akun Apple Anda dengan 2FA, pengguna akan menerima pesan SMS dengan kode enam digit khusus satu kali yang harus dimasukkan untuk mengakses akun Apple Anda.
Untuk mengaktifkan otorisasi dua faktor, buka Pengaturan > [Nama Anda] > Masuk & Keamanan. Ketuk Aktifkan Otorisasi Dua Faktor lalu Lanjutkan. Masukkan nomor telepon tepercaya (nomor yang akan digunakan untuk mengirimi Anda kode enam digit 2FA) lalu ketuk Berikutnya untuk mendapat kode yang dikirim ke nomor telepon Anda.
Perusahaan keamanan Symantec sudah mengeluarkan peringatannya pada 2 Juli 2024 lalu. Symantec menyatakan reputasi Apple yang kuat meningkatkan daya tarik bagi para penjahat dunia maya untuk membobolnya.
Oleh karena itu, jika para pengguna iPhone menerima email atau SMS yang mengatasnamakan Apple, pastikan untuk tidak mengeklik tautan apa pun agar tidak terkena phishing.
Baca Juga: Hacker Minta Maaf Usai Serang Pusat Data Nasional, Katanya Kasihan!