Nawabineka.com – Lebaran adalah saat yang paling ditunggu-tunggu, terutama karena berbagai hidangan lezat yang menggoda. Namun, bagi mereka yang berisiko mengalami lonjakan gula darah, momen ini bisa jadi menakutkan. Gula darah yang tinggi dapat terjadi karena pola makan yang tidak teratur, terutama setelah periode puasa. Persiapan menyambut Lebaran kadang membuat kita mengabaikan pengaturan makanan dan jumlahnya.
Kadar gula darah yang ideal saat puasa seharusnya berkisar antara 70 hingga 99 mg/dL, dan bisa meningkat hingga kurang dari 140 mg/dL setelah makan. Tapi, jika angka itu melewati batas, seseorang mungkin berada dalam kondisi prediabetes atau bahkan diabetes. Ini menjadi perhatian yang serius.
Apa yang Harus Dilakukan Saat Gula Darah Naik?
Nah, jika kamu merasakan bahwa gula darahmu tiba-tiba naik setelah Lebaran, jangan panik! Pertama-tama, penting untuk tetap tenang dan memeriksa kadar gula darah menggunakan alat pengukur gula darah. Jika angkanya di atas batas yang dianjurkan, kamu perlu mengambil langkah-langkah untuk mengendalikannya.
Selanjutnya, minum banyak air bisa membantu menurunkan kadar gula darah. Namun, jika kamu juga mengalami gejala lain seperti pusing atau jantung berdebar, penting untuk mencari bantuan medis. Gejala-gejala itu bisa menjadi tanda bahwa keadaanmu lebih serius dari sekadar lonjakan gula darah biasa.
Makanan yang Harus Dihindari
Pastikan kamu juga menghindari makanan manis dan berkadar gula tinggi. Memang, Lebaran penuh dengan makanan lezat, tapi pilihlah yang lebih sehat, seperti sayuran, buah-buahan, dan protein tanpa lemak. Pilihan takjil rendah gula juga sangat disarankan agar gula darah tetap stabil.
Selain itu, selalu perhatikan porsi yang kamu konsumsi! Makan berlebihan, terutama saat menyantap makanan yang tinggi karbohidrat dan gula, dapat memicu lonjakan gula darah. Seharga es teh manis itu, kamu bisa pilih air mineral dengan sedikit lemon, dan tetap segar tanpa khawatir!
Cek Kadar Gula Darah Secara Rutin
Setelah menghindari makanan yang tidak sehat, kamu harus melakukan pemeriksaan kadar gula darah secara rutin untuk melihat apakah angka sudah kembali normal. Memeriksa gula darah setiap beberapa jam setelah makan bisa memberikan gambaran jelas mengenai respons tubuh terhadap makanan yang dikonsumsi.
Dokter dan ahli gizi merekomendasikan agar penderita diabetes atau yang berisiko melakukan cek gula darah sebelum sahur, sebelum berbuka, dan beberapa jam setelah berbuka. Ini sangat penting untuk mengetahui bagaimana tubuhmu beradaptasi dengan pola makan baru setelah berpuasa.
Beraktivitas Fisik itu Penting!
Setelah mengecek kadar gula darah dan mengubah pola makan, jangan lupa untuk beraktivitas fisik. Olahraga bisa menjadi cara efektif untuk membantu menurunkan gula darah. Mulailah dari aktivitas ringan, seperti berjalan-jalan setelah makan atau yoga di rumah.
Olahraga teratur tidak hanya membantu menstabilkan kadar gula darah, tetapi juga meningkatkan kesehatan secara keseluruhan! Menghabiskan waktu dengan bergerak membuat tubuhmu lebih responsif terhadap insulin, yang sangat penting bagi tubuh yang berisiko diabetes.
Konsultasi Dengan Ahli Gizi atau Dokter
Jika kadar gula darahmu terus tinggi meskipun sudah mengubah pola makan dan berolahraga, hal selanjutnya yang perlu dilakukan adalah berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi. Mereka bisa memberikan saran lebih lanjut mengenai pengaturan makanan dan penanganan diabetes.
Puasa memang bisa berdampak positif pada kadar gula darah, tetapi ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan. Memastikan untuk mendapatkan informasi yang tepat bisa sangat membantu agar kamu bisa melanjutkan hidup dengan lebih sehat.